E. Motif Kawung ditinjau dari Makna Simbolisme yang Terdapat pada Tiap-tiap Jenisnya

Posted on

  1. Motif Kawung Sari: Sari dalam bahasa Jawa dapat diartikan sama dengan “pathi” (tepung). Sari memiliki makna simbol tentang inti manusia hidup untuk menjalankan perbuatan yang baik. Perbuatan yang baik berdasarkan dari nasehat orang yang lebih tahu atau orang tua, serta ajakan dan larangan dari orang lain tentang hukum adat yang berlaku, sehingga akan memberi hikma tertentu. Namun tentunya perlu adanya penyaringan tentang hal-hal yang baik dan yang buruk dari ajakan kebaikan bagi setiap manusia, sehingga hidupnya akan selalu mendapatkan hikmah dari inti sari yang selalu baik. Interpretasi motif kawung sari memberi pengertian tentang simbolisme dari duduknya antara abdidalern atau rakyat yang selalu dekat dengan rajanya. Makna simbolisme ini diilhami dari ornamen utama kawung sari yang berbentuk bulatan lonjong. Interpretasinya adalah rakyat menyadari sepenuhnya bahwa mengabdi harus memiliki sifat “kamawula”, artinya bahwa dirinya merupakan bagian dari kekuasaan serta mempunyai kewajiban untuk mengabdi. Sedangkan bentuk garis (sawut) yang berhimpitan lurus dengan warna terang memiliki makna simbolisme tentang sinar yang menerangi, yaitu raja harus selalu menerangi rakyatnya dalam keadaan apapun, sehingga rakyat selalu merasa aman, tentram serta damai dalam menjalankan kewajibannya.
  2. Motif Kawung Sekar Ageng: Memiliki pengertian bunga yang besar berbentuk teratai, yaitu memberi makna simbol tentang segala sesuatu yang besar. Interpretasi dari pengertian bunga teratai dimaksudkan bahwa sekar ageng memiliki makna “kewibawaan yang luas”, yaitu sebuah harapan dari yang memakai motif kawung akan mendapatkan kewibawaan yang selalu di hormati serta di segani oleh orang lain dalam bermasyarakat.
  3. Motif Kawung Sen: memiliki makna simbolisme tentang kesatuan kekuatan di dalam mencapasuatu tujuan. Interpretasi Kawun Sen diilhami dari dua buah bentuk titik pada tiap-tiap ornamen utama pada motif Kawung Sen. Pada titik memberi makna sismbol dari rakyat sedang titik yang lain memberi makna simbol dari raja. Maksudnya yaitu kesatuan antara rakyat dan raja yang akan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan ketentraman, kemakmuran serta keamanan di dalam lingkup kraton.
  4. Kawung Picis: Pecis dapat diartikan sebagai wadah atau tempat yang berasal dari pengertian “cis” yaitu tempat duduk yang letaknya di atas punggung binatang gajah. Binatang gajah dalam ceritera pewayangan digunakan sebagai kendaraan oleh raja, misalnya gajah Dwipangga merupakan kendaraan raja Baladewa. Pengertian di atas apabila dikaitkan dengan motif kawung Picis, terinspirasi dari dua buah titik pada tiap-tiap ornamen utamanya, bahwa makna simbolisme yang terkandung di dalam ornamen memiliki pengertian duduknya antara rakyat dan raja. Pengertian duduk di sini dapat diinterpretasikan sebagai duduk bersama-sama dalam satu wadah atau tempat. Sehingga dapat diuraikan bahwa segala perbuatan manusia akan terwadahi di dalam suatu takaran tertentu tentang baik buruknya amal perbuatan manusia dihadapan Sang Hyang Jagadnata.
  5. Motif Kawung Beton: Pengertian Beton berasal dari nama biji buah nangka, buah nangka yang berada di dalam memiliki makna simbol tentang perbuatan yang baik tidak selalu ditampilkan di luar. Juga di dalam mencapai suatu perbuatan baik, manusia sering mendapatkan berbagai cobaan atau rintangan, seperti halnya jika mengupas buah nangka mesti akan terkena getahnya. Artinya bahwa jika manusia mengerjakan sesuatu perbuatan yang baik, tentu akan mendapatkan cobaan-cobaan yang terkadang ringan atau berat.
  6. Motif Kawung Semar: Nama Semar merupakan salah satu tokoh punakawan yang selalu mengikuti kesatria yang baik dalam cerita pewayangan. Semar memberi makna simbol-isme tentang abdi yang selalu memberi nasehat, petuah, petunjuk, serta pengayom kepada kesatria yang diasuhnya. Sehingga motif kawung Semar memberi makna “pamomong”, artinya seorang abdi dalem harus selalu setia, mengasuh dan mengingatkan kepada orang yang diasuhnya. Motif kawung Semar juga memberi suatu harapan terhadap si pemakai akan selalu terhindar dari suatu perbuatan yang buruk dan mengerjakan perbuatan yang baik menurut ajaran keyakinan yang dianut, sehingga dapat mengambil intisari dari perbuatannya.
  7. Motif Kawung Buntal: Buntal dalam istilah orang Jawa diartikan bunga yang sering digunakan dalam upacara adat sebagai media tolak balak, yaitu memiliki arti untuk mengusir segala sesuatu yang bersifat jahat atau malapetaka yang akan menimpa pada bayi dan anak kecil. Motif Kawung Buntal sering digunakan untuk upacara adat dalam lingkup kepercayaan masyarakat Jawa.
  8. Motif Kawung Kembang: Kembang (bunga) memiliki makna simbolis suatu harapan tentang cita-cita luhur atau baik yang selalu berbunga. Maksud di dalam menggunakan motif kawung Kembang memberikan pemahaman tentang suatu cita-cita yang baik, dapat terhindar dari hal-hal yang buruk, sehingga dapat mengharumkan keluarga, juga masyarakat dan kerajaan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s