Makna simbolisme pada motif kawung

Posted on

Makna simbolisme warna pada motif kawung didasarkan pada warna klasik yang umum digunakan dalam motif batik, yaitu warna putih,  kekuning-kuningan, merah soga, dan warna hitam.

  • Warna putih memiliki makna simbolisme tentang kesucian, kejujuran, kebenaran, dan berhati mulia, sehingga warna putih merupakan simbol dari sifat “mutmainnah” yang digambarkan dengan arah utara dan simbol air. Makna simbolisme ini diilhami dari kawung latar putih seperti pada Kawung Sen, Kawung Picis, Kawung Beton.
  • Warna kuning memiliki makna simbolisme tentang cinta terhadap kemewahan, suka menonjolkan sesuatu yang dimiliki, sehingga warna kuning dalam perhitungan kepercayaan orang Jawa (kosmologi Jawa) merupakan simbol dari sifat “supiyah” yang digambarkan dengan arah barat, serta simbol dari angin. Makna simbolisme ini dapat diilhami dari bentuk motif kawung yang memiliki warna latar kuning pada pola motifnya.
  • Warna Merah Soga memiliki makna simbolisme tentang sifat yang serakah, tamak, sehingga warna merah soga dalam kosmologi Jawa memiliki makna simbol akan sifat “amarah” yang digambarkan dengan arah selatan, serta simbol dari api. Tetapi apabila manusia dapat menahannya serta dapat melawan, maka akan merubah menjadi sifat yang baik dan bijaksana, suka berderma, serta suka menerima apa adanya. Makna simbolisme dari motif merah soga menjadi inspirasi pada motif kawung yang memiliki warna latar merah soga pada pola motif.
  • Warna hitam memiliki makna simbolisme tentang watak tenang, bijaksana, suka menolong sesama serta mengamalkan kebijakan. Sehingga warna hitam dalam kosmologi Jawa memiliki makna simbol akan sifat “lumawah” yang digambarkan dengan arah timur dan simbol dari bumi. Makna simbolisme dari motif yang menggunakan warna hitam memberi inspirasi pada bentuk kawung yang memiliki warna latar hitam pada motif. Warna-warna pada motif batik klasik secara keseluruhan terkandung konsep tentang “papat kiblat lima pancer”’. Artinya bahwa setiap manusia memiliki empat sifat, yaitu: mutmainnah, supiyah, lumawah, dan amarah, tetapi dari keempat sifat manusia salah satu diantaranya ada yang menonjol. Penonjolan sifat itulah yang akan mewarnai perbedaan karakter dari tiap-tiap manusia yang hidup di dunia.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s