Pengertian Batik

Posted on

Ditinjau dari etimologi atau asal usul katanya “ batik “ berasal dari kata “ mbat” dan kata “tik”seperti dalam buku bau sastra. Kata mbat dari kata ngembat mengandung arti memainkan ,menarik,mengerjakan bersama  –  sama atau mencoba pukulan.dan tik dari kata nitik atau menulis.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia batik adalah “kain yang bergambar (bercorak, beragi) yang pembuatannya dengan cara tertentu (mula – mula ditulis atau ditera dengan lilin lalu diwarnakan dengan tarum dan soga).

 Dalam bahasa Jawa berarti titik, yang diturunkan dari kata ‘ambatik’ yang berarti “kain dengan titik-titik kecil”. Akhiran ‘tik’ berarti titik-titik kecil. Batik juga berasal dari kata dalam Bahasa Jawa ‘tritik’ yang mendeskripsikan sebuah proses pewarnaan kain dengan teknik celupan-rintang lilin.

Frase bahasa Jawa lain yang berkaitan dengan batik adalah sesatu untuk menggambarkan pengalaman mistis dalam membuat batik yaitu “mbatik manah” yang berarti “menggambar dengan hati.”

Seni batik merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang telah sejak  berabad-abad lamanya hidup dan berkembang, sehingga merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah budaya bangsa Indonesia. Seni batik juga merupakan suatu keahlian yang turun-temurun, yang sejak mulai tumbuh merupakan sumber penghidupan yang memberikan lapangan kerja yang cukup luas bagi masyarakat Indonesia. Seni batik  merupakan penyalur kreasi yang mempunyai arti tersendiri, yang kadang-kadang dihubungkan dengan tradisi, kepercayaan dan sumber-sumber kehidupan yang berkembang dalam masyarakat.

Seni batik mempunyai begitu banyak aspek menarik untuk diungkapkan sehingga b erbicara tentang batik rasanya tak pernah ada akhirnya. Di samping itu masih banyaknya daerah batik yang dapat dikaji kekhasannya.  Belum lagi kalau kita memperhatikan dan mengkaji baik cara pemakaian batik yang tak terhitung variasinya di berbagai daerah, maupun aturan yang berlaku untuk kaum ningrat dan rakyat biasa. 

Pada saat ini keadaan telah berubah, penekanan cara pemakaian kini tergantung pada acara resmi atau adat, tidak resmi atau santai. Namun tentu saja dalam tata cara pemakaian dalam lingkungan kraton masih berlaku aturan-aturan tertentu. Membatik pada dasarnya sama dengan melukis di atas sehelai kain putih. Sebagai alat melukisnya dipakai canting, dan sebagai bahan melukisnya dipakai cairan malam atau lilin. Setelah kain dibatik  diberi warna, kemudian lilin dihilangkan atau dilorod, maka bagian yang tertutup lilin atau malam akan tetap putih, tidak menyerap warna. Ini disebabkan karena lilin berfungsi sebagai perintang warna. Proses inilah akan menghasilkan kain batik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s