Simbolisme Motif Kawung

Posted on

Motif kawung merupakan simbolisme dari konsep papat kiblat limo pancer, artinya bahwa kawung memiliki makna simbolisme tentang keempat penjuru arah mata angin atau kiblat, dan menjadi inspirasi bentuk empat ornamen utama yang disusun secara diagonal. Arah barat memiliki makna simbol tentang sumber ketidak beruntungan, karena arah barat menunjukkan terbenamnya matahari sebagai sumber segala kehidupan dan penerangan. Arah timur memiliki makna simbol tentang sumber untuk segala kehidupan, karena arah timur merupakan terbitnya matahari. Arah utara memiliki makna simbol tentang arah kematian, dan arah selatan memiliki makna simbol tentang puncak dari segala-galanya, sedangkan titik di tengah-tengah merupakan simbol dari pusat kehidupan manusia di dunia.

Motif kawung juga memiliki makna simbol tentang “kebulatan tekat” yang  digambarkan dalam bentuk lingkaran-lingkaran pada motifnya. Maksud kebulatan tekat adalah pengabdian diri dari abdi atau rakyat yang sepenuhnya untuk raja dan kerajaannya, seperti dalam cerita pewayangan, yaitu pengabdian para punakawan terhadap kesatria yang diikuti ke mana kesatria pergi. Hal ini dapat dilihat dalam cerita pewayangan bahwa Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong (punakawan) selalu tampil mengikuti kesatria.

Misalnya tokoh Semar memiliki karakter yang tampil dan siap memberi nasehat, petunjuk kepada yang diasuhnya, sehingga para kesatria yang diasuh selalu melakukan perbuatan dan memiliki niat untuk berbuat kebenaran tanpa ragu-ragu dan selalu menghindarkan perbuatan yang cenderung bersifat jahat. Juga para Punakawan melakukan kebulatan tekat yang berfungsi sebagai pelipur lara pada waktu ksatria yang diasuh mendapatkan kesusahan serta menghadapi malapetaka.

Motif kawung juga dapat diinterpretasikan dalam suatu kesatuan atau manunggaling kawula lan raja, artinya kesatuan antara rakyat dengan raja atau merupakan kesatuan antara yang memimpin dan yang dipimpin.

Hal ini dapat dilihat dalam setiap komposisi motif kawung yang selalu terdapat titik-titik atau lingkaran kecil sebanyak dua buah. Titik satu sebagai simbol tentang rakyat (yang dipimpin) serta titik yang lain sebagai simbol raja (yang memimpin). Tujuan simbolisme tentang kesatuan manunggaling kawula lan raja untuk mencapai suatu kesejahteraan, ketentraman, kerukunan serta keadilan bersama. Sehingga antara rakyat dan raja tahu akan kewajiban masing-masing, yaitu rakyat mempunyai tugas untuk mengabdi dan raja mempunyai tugas memimpin serta melindungi rakyatnya.

Motif kawung memiliki makna simbol tentang “kesuburan”, mengingat sumber ide dalam penciptaannya juga mengambil dari bentuk biji. Pada masyarakat Jawa memahami bahwa suatu biji pohon dianggap memiliki makna simbol kesuburan, karena biji merupakan tunas dari kehidupan. Bentuk biji pada motif kawung dapat dilihat dari pengertian kawung dari biji pohon aren yang dinamakan “kolang-kaling” serta biji buah nangka. Biji-biji buah aren dan nangka apabila ditanam akan tumbuh, sehingga dapat dimanfaatkan hasilnya, mulai dari akar sampai pada buahnya atau seluruh pohon dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia Makna simbol biji dapat dikaitkan dengan penggunaan motif kawung yang memberi harapan pada yang memakai akan suatu berkah tentang kesuburan.

Motif kawung memiliki makna simbol tentang harapan sebuah “umur panjang”. Masyarakat Jawa memahami bahwa motif kawung dapat diinterpretasikan sebagai simbolisme “umur panjang” yang diilhami dari proses tumbuh sebuah biji kolang-kaling yang terus tumbuh dan panjang usianya.

Dengan demikian orang yang menggunakan motif kawung berharap suatu berkah umur panjang, kehidupan yang aman tentram dan damai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s