Cerita sang Loafers

Posted on Updated on

GambarJauh sebelum loafers membungkus kaki ibu negara Prancis, fungsinya adalah atribut kerja para peternak sapi di Norwegia. Loafers yang lahir polos tanpa ornamen di pertengahan tahun 1930-an, naik kelas ketika para laki-laki perlente mulai mengenakkannya untuk meghadiri acara formal. Loafers pun bereinkarnasi ketika rumah mode Gucci ‘memahatkan’ suatu ciri khas padanya, ambigu ujung sepatu yang tak bulat dan tak juga persegi. Demam bamboo handle bag pada tahun 1947 mengantarkannya pada satu perubahan lagi pada 1950, dengan bahan suede dan ornamen metal. Musim terus berganti dan loafers masih disini, setia pada konsep kelahiran baru lewat embos logo serta permainan warna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s